Oleh Yadi Fahmi Arifudin Dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Fenomena “agus prince” muncul sebagai profil siswa yang berani membangkang dan merasa perlawanan terhadap guru adalah “panggung” eksistensi. Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menunjukkan kasus kekerasan fisik dan verbal terhadap guru melonjak 40% dalam dua tahun terakhir. Ini hanyalah puncak gunung es dari pergeseran budaya yang lebih luas. Wibawa guru hancur akibat gempuran budaya pop, kegagalan filter teknologi, dan hilangnya kompas etika dalam keluarga. Sinema Indonesia menyisipkan hidden curriculum yang melegitimasi perlawanan terhadap guru. Film seperti Dilan 1990 dan Pengepungan di Bukit Duri mengajarkan bahwa otoritas sekolah sah…
Author: hk media 2
Oleh Imam Nur Suharno Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memaparkan lima poin penting dalam penerapan kurikulum cinta, yang meliputi cinta kepada Tuhan, sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta. Konsep kurikulum cinta yang mencakup lima poin tersebut sangat luas dan mendalam. Berikut beberapa ide implementasi kurikulum cinta. Yaitu cinta kepada Tuhan: pendidikan spiritual, refleksi, dan praktik keagamaan. Cinta kepada sesama manusia: pendidikan karakter, keterampilan sosial, dan empati. Cinta kepada hewan: pendidikan tentang kesejahteraan hewan, konservasi, dan empati terhadap makhluk hidup. Cinta kepada tumbuhan: pendidikan tentang lingkungan, konservasi, dan pentingnya tumbuhan bagi kehidupan. Dan, cinta kepada alam semesta: pendidikan lingkungan,…
Oleh Badi’ah Hasan Ibu bukan sekadar seorang wanita. Ibu adalah sosok yang melahirkan dan membesarkan kita. Lebih dari itu, ibu adalah waktu untuk menundukkan hati, mengenang perjuangannya, pengorbanan dan kasih sayangnya yang bersyarat. Ibu tidak pernah berhenti mencintai, meski dunia berpaling darinya. Dalam Islam, posisi ibu begitu tinggi dan mulia. Seorang laki-laki datang kepada Nabi dan bertanya, ‘Siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab, ‘Ayahmu.” (HR Bukhari dan Muslim)…
Oleh Kiai Mulyadin, Lc, MH Abna’i ath-tholabah, anak-anakku para santri yang ustadz cintai dan banggakan. Ibadah bukanlah sekadar ritual yang kita lakukan secara rutin, tetapi ia adalah ruh yang menghidupkan jiwa. Ibadah yang tidak menghidupkan jiwa, tidak akan membawa kepada kebahagiaan sejati. Sering kali kita terjebak dalam rutinitas ibadah yang hanya sekadar gerak badan, tapi tidak menyentuh hati. Shalat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya menjadi sekadar ritual yang kita lakukan karena kebiasaan, bukan karena kesadaran. Abna’i ath-tholabah, mari kita renungkan sejenak, apa yang membuat ibadah kita menjadi hidup? Apa yang membuat kita merasakan kehadiran Allah dalam setiap gerakan ibadah…
Oleh Dede Jamaludin Kalau kamu pernah belajar matematika, pasti pernah ketemu istilah limit. Guru bilang, limit itu tentang “mendekati nilai tertentu, meski tidak selalu sampai.” Awalnya terdengar rumit, tapi sebenarnya konsep itu mirip banget dengan hidup seorang santri. Dalam hidup, kita pun terus berusaha mendekat kepada kesempurnaan, ilmu, dan ridha Allah—meski tahu, kesempurnaan sejati hanya milik-Nya. (Stewart, Calculus: Early Transcendentals, 2016). Limit mengajarkan kesabaran. Tidak semua hasil datang cepat, tapi setiap langkah mendekatkanmu ke tujuan. Albert Einstein pernah berkata, “Saya bukan jenius, saya hanya bertahan lebih lama dalam menghadapi masalah.” (Einstein: His Life and Universe, Isaacson, 2007). Itu juga…
Oleh Arni Purlika Dunia perkulineran memang seru untuk dibahas. Selalu ada inovasi dan kreatifitas para pelaku ekonomi di bidang kuliner. Mereka terus berusaha mempertahankan produk usahanya untuk mengimbangi persaingan. Sebanding dengan para pecinta kuliner terutama dari kalangan kaum muda. Rasa ingin tahunya selalu ingin mencoba makanan baru. Jenis makanan kekinian yang banyak diminati bukan saja yang mempunyai komposisi gizi yang baik tetapi juga tampilan dan cita rasa yang menarik. Cita rasa pada makanan identik dengan penambahan bumbu, termasuk dalam hal ini gula, garam dan minyak. Meskipun komponen ini sangat berpengaruh penting dalam menjaga cita rasa makanan, namun penggunaannya harus…
Oleh Aida Qurrotul Aini Mahasiswa Prodi Hukum Ekonimi Syariah Semester 7 STIS-HK Perkembangan pada abad ke-20 tidak dapat dipisahkan dari kemajuan teknologi. Dalam era globalisasi, teknologi memegang peranan penting dalam menunjang keberlangsungan kehidupan manusia, khususnya dalam bidang pendidikan. Kemajuan teknologi pendidikan yang semakin pesat telah menciptakan sistem pembelajaran yang serba cepat dan instan. Kondisi ini menuntut pendidik dan peserta didik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun demikian, kemajuan tersebut tidak selalu membawa dampak positif. Adanya tuntutan dan tekanan untuk mengikuti perkembangan teknologi tidak sepenuhnya dapat diterima oleh semua pihak. Hal ini menimbulkan dilema, terutama bagi mahasiswa sebagai kelompok…
Beberapa waktu yang lalu, Divisi Humas dan Dakwah (HUDA) Yayasan Husnul Khotimah Kuningan (HK) menyelenggarakan silaturahmi secara virtual dengan para alumni. Pertemuan tersebut secara khusus mengundang para wali santri yang juga merupakan alumni HK dari berbagai angkatan. Acara yang dipandu oleh Iyan Mulyana, M.Pd. selaku Kepala Urusan Alumni HK, menekankan pentingnya menjalin silaturahim dan interaksi antara pesantren sebagai almamater dengan alumni yang kini telah menjadi bagian dari keluarga besar HK kembali. Ada hal menarik yang perlu dicermati bersama arahan dari Kepala Divisi HUDA, KH Imam Nur Suharno, bahwa alumni merupakan “anak ideologis’ HK yang menjadikan pesantren berkedudukan sebagai “kakek” setelah…
Oleh Basuki Ahmad Danuri Tujuan hidup manusia bermacam-macam dan berbeda-beda, sesuai dengan apa yang ada di benak pikirannya. Ada yang tujuan hidupnya memburu kekayaan, kemegahan, dan popularitas hidup di dunia semata, dan untuk itu ia rela bersusah-payah mengerahkan segala kemampuannya. Sungguh, orang-orang yang seperti ini adalah jenis manusia yang tertipu karena sejatinya kenikmatan hidup dunia ini hanyalah kenikmatan yang menipu. Ada juga yang tujuan hidupnya untuk mencari kehidupan akhirat, sehingga terkadang tidak begitu peduli dengan kehidupan dunia. Lalu, bagaimana seorang mukmin memandang tujuan hidupnya? Bagi seorang muslim, kemuliaan hidup itu ada pada penghambaan yang total kepada Allah, pemilik sejati…
Oleh Ahmad Nashrullah Nasution Di era yang serba cepat ini, anak didik sering kali belajar lebih dahulu dari YouTube sebelum bertanya kepada guru. Karenanya, tugas guru kini bukan sekadar menyampaikan ilmu, akan tetapi menjaga makna belajar agar tetap bermakna bagi kehidupan. Guru masa kini bukan hanya sosok yang berdiri di depan kelas, melainkan mereka yang mampu menyalakan cahaya pengetahuan di tengah derasnya arus digital dengan hati yang tulus dan tangan yang akrab dengan teknologi. Generasi hari ini yaitu Gen Z dan Gen Alpha, hidup dalam realitas yang sepenuhnya digital. Mereka belajar, bermain, dan berkomunikasi dalam ekosistem yang serba cepat…
