Oleh Daniel Handoko Al-Qur’an diturunkan kepada umat manusia tidak sekadar sebagai kumpulan hukum yang kaku atau ensiklopedia dogma yang kering. Sejak wahyu pertama diturunkan, ajaran Islam telah memperkenalkan sebuah metode pendidikan karakter yang paling canggih dan melintasi zaman: narasi atau cerita. Dalam khazanah pedagogi Islam, metode penceritaan ini dikenal dengan istilah qashas. Kisah-kisah di dalam Al-Qur’an dan narasi profetik (kenabian) terbukti sangat efektif dalam mentransformasikan nilai-nilai akidah, akhlak, serta spiritualitas secara mendalam. Allah Swt., menggunakan kisah para nabi dan umat terdahulu untuk menanamkan kebenaran langsung ke dalam relung hati manusia. Hal ini membuktikan bahwa sejak era kenabian, kebenaran tidak…
Author: hk media 2
Oleh Imam Nur Suharno “Fenomena” oknum orang tua melaporkan guru yang mendisiplinkan anak didik telah menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Banyak guru yang merasa terintimidasi dan takut untuk melakukan tugasnya sebagai pendidik karena khawatir dilaporkan kepada pihak berwajib. Jika hal tersebut dibiarkan, maka akan berdampak negatif terhadap dunia pendidikan. Perlu diketahui bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak didik. Oleh karena itu, pihak-pihak terkait agar melakukan perlindungan guru supaya guru mampu menjalankan profesinya secara profesional serta sepenuh hati dan sepenuh masa. Meskipun sedang tidak bersama anak didik, maka guru akan tetap membersamai mereka melalui…
Oleh Masitoh Munir Dulu, mandiri mungkin berarti mampu memasak, mencuci, mengatur keuangan, atau melakukan sesuatu tanpa selalu ditemani. Kini, maknanya lebih luas. Di tengah dunia digital yang bergerak cepat, seorang muslimah juga perlu mampu mengelola informasi, menentukan pilihan, menjaga diri, dan bertanggung jawab atas tindakannya di ruang maya. Dalam hitungan detik, kita dapat memperoleh berita, belajar, mencari ilmu, berdiskusi, dan menghasilkan karya. Namun, tidak semua yang muncul di layar layak dipercaya, tidak semua yang viral harus diikuti, dan tidak semua yang dilakukan banyak orang perlu kita lakukan. Di sinilah kemandirian seorang muslimah diuji. Media sosial sering membuat kita membandingkan…
Oleh Kiai Mulyadin, Lc., M.H. Pesantren bukan hanya tempat untuk menghafal Al-Qur’an dan belajar kitab. Pesantren adalah madrasah akhlak. Tempat kita belajar menaklukkan diri sendiri sebelum menaklukkan dunia. Karena musuh yang paling dekat dengan kita bukan orang lain. Musuh kita adalah nafsu yang ada di dalam dada kita sendiri. Nafsu yang tidak dikendalikan akan menjadi api. Nafsu ingin menang sendiri. Nafsu ingin dihargai. Nafsu ingin menyalahkan. Nafsu ingin membalas saat diejek sedikit saja. Jika nafsu dituruti, maka yang keluar dari lisan adalah ghibah. Dari tangan muncul dorongan. Dari hati lahir rasa benci. Dari situlah lahir yang disebut hari ini,…
Oleh Adi Bintoro Resistance (hambatan) kadang muncul dalam bentuk yang beragam. Sesuatu yang tidak disukai, pendapat yang berbeda, verbal bully, dan lainnya. Namun bisa jadi hambatan inilah yang kita butuhkan untuk berkembang. Hambatan bahkan secara alami hadir di alam. Allah Swt., menciptakannya. Pada era awal penemuan lampu pijar. Para penemu menggunakan filamen (kawat) yang dialiri arus listrik. Filamen memiliki hambatan alami dalam dirinya yang menghambat arus listrik. Hambatan ini adalah pemicu panas. Filamen terus memanas hingga suhu yang sangat tinggi. Pada suhu ekstrem tinggi itu, filamen memijar dan memancarkan cahaya. Di sini hambatan adalah pemicu panas, dan panaslah yang menghasilkan…
Oleh Deni Alamsyah Pernah tidak, tiba-tiba tangan kamu meraba sesuatu di tubuh benjolan kecil yang kemarin rasanya tidak ada dan langsung jantung berdegup kencang? Pikiran langsung lari ke mana-mana, “Ini kanker bukan, ya?” Wajar sekali kalau kamu pernah merasakan itu. Kata ‘tumor’ dan ‘kanker’ memang punya efek yang luar biasa. Sekadar mendengarnya saja sudah membuat napas sesak. Tetapi sebelum kecemasan itu semakin menumpuk, yuk, kita bincang santai dulu. Karena ternyata, dua kata itu tidak selalu berarti hal yang sama. Tubuh kita seperti sebuah kota. Bayangkan tubuh kita adalah kota yang ramai dan penuh aktivitas. Sel-sel adalah warganya, mereka tumbuh,…
Oleh Husnul Khotimah Kehidupan sehari-hari seorang mahasiswa dipenuhi berbagai aktivitas, tanggung jawab, dan tantangan yang dapat memengaruhi kondisi psikologisnya. Tekanan akademik, tuntutan untuk berprestasi, persoalan pertemanan, konflik dengan orang lain, hingga kekhawatiran masa depan seringkali menghadirkan kecemasan, serta berbagai pergulatan batin. Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Ia butuh fondasi iman dan kematangan dalam menjalani kehidupan. Dalam perspektif psikologi Islam, kesehatan mental dan spiritual merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Manusia tidak hanya memiliki kebutuhan fisik dan psikologis, tetapi juga kebutuhan spiritual. Ketika seseorang mampu menjaga hubungannya dengan Allah Swt., sekaligus membangun hubungan yang…
Oleh Eni Raeni Gesekan dengan teman adalah hal yang biasa. Kadang hanya karena perbedaan pendapat, suasana yang semula tenang dapat berubah menjadi panas. Hal ini pun pernah terjadi pada masa sahabat Nabi Saw. Suatu hari, Abu Dzar Al-Ghifari terlibat perdebatan dengan Bilal bin Rabah. Dalam perdebatan itu, emosi Abu Dzar naik. Tanpa sempat menahan lisan, Abu Dzar mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Ia mencela Bilal dengan membawa-bawa warna kulit dan latar belakang ibunya. Ia berkata, “Wahai anak wanita hitam”. Bagi sebagian orang, mungkin kata-kata itu dianggap sebagai luapan emosi sesaat. Tetapi bagi Bilal, ucapan itu menusuk hatinya. Bukan sekadar hinaan, tetapi…
Oleh Kosim Membangun kebiasaan Bahasa Arab lewat tradisi bersama. Kita tahu, salah satu sunnah yang sangat dianjurkan pada saat pelaksanaan ibadah haji dan umroh adalah memperbanyak membaca talbiyah. “Labbaika Allahumma Labbaik …” Dikumandangkan secara bersama dan diulang-ulang dengan penuh semangat. Spirit inilah yang ingin kita hidupkan di dunia pendidikan, khususnya dalam pelajaran Bahasa Arab. Coba perhatikan, setiap pagi, saat santri keluar dari kamar menuju kelas, tidak ada lagi langkah yang hening, dilantunan satu kalimat Bahasa Arab dikumandangkan bersama. Dipandu bagian bahasa sebagai Muthowif. Sama seperti pemandu jamaah umroh dan haji. Dan santri dari belakang mengikuti dengan suara lantang dan penuh…
Oleh Imam Nur Suharno Tanpa budaya membaca dan menulis mustahil Indonesia dapat menjadi bangsa maju. Di sinilah pentingnya gerakan nasional literasi yang melibatkan penerbit, sekolah, pemerintah, guru, dan masyarakat. Literasi adalah kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami informasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era digital ini, literasi menjadi semakin penting karena kita dihadapkan dengan banyak informasi yang harus diolah dan dipahami. Oleh karena itu, membangun budaya literasi di sekolah sangat penting untuk membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak. Berkaitan membangun budaya literasi, Islam telah menekankan pentingnya literasi. Saking pentingnya literasi (kemampuan membaca dan menulis) hingga diperintahkan secara langsung…
