Oleh Fadilah Alya Hayati Pernah tidak saat hendak mau tidur atau sebelum memulai aktivitas malah terpikir oleh nilai ujian? Di tanganmu masih mengenggam mushaf sebab masih belum bisa mencapai target tasmi’, kamu gelisah di saat yang lain berkemas untuk liburan, saat kamu masih harus menyelesaikan ketertinggalan, atau merasa gagal karena teman terdekat lolos SNBT dan PTN. Saat melihat di sekitarmu ada orang yang terlihat nyantai, namun mereka malah melesat seperti kereta whoosh. Mereka dengan mudah menyetorkan hafalannya, mengfapal teks Bahasa Inggris dengan mudah atau bahkan yang terlihat jarang belajar mendapatkan nilai bagus. Pada akhirnya, kita terjatuh ke titik di…
Author: hk media 2
Oleh Adi Bintoro Namanya Muhammad bin Ismail Al-Bukhari. Kita biasa mengenalnya dengan nama Imam Bukhari. Hari itu Imam Bukhari muda sedang di kelas bersama teman-temannya mendengarkan penjelasan sang guru, Ishaq bin Ibrahim Rahawaih. Sang guru ini bukan orang sembarangan, Ishaq digelari sebagai Imam besar, Syaikh Dunia Timur, Tuannya para Penghafal Qur’an. Extra ordinary person. Pada pertemuan hari itu sang guru berkata, “Jika saja ada satu orang di antara kalian yang bertekad mengumpulkan hadits-hadits Shahih dari Nabi SAW.” Kata-kata itu mungkin terdengar biasa, perkataan guru hadits kepada murid-murid haditsnya. Tapi tidak, itu tidak biasa bagi Imam Bukhari. Kalimat itu benar-benar…
Oleh Arni Purlika Masa remaja sering kali diwarnai kekhawatiran terhadap tinggi badan. Berdiri di samping teman sebaya yang lebih jangkung kerap menimbulkan rasa kurang percaya diri. Seringkali anak remaja mengeluhkan tinggi badannya yang stagnan dibanding berat badannya yang semakin bertambah cepat. Pertumbuhan tinggi badan akan mengalami yang sangat drastis saat masa pubertas. Fase krusial inilah yang disebut Growth Spurt atau lonjakan pertumbuhan yang terjadi pada periode usia 12 hingga 18 tahun. Pada masa inilah pertumbuhan tinggi badan berlangsung paling cepat, yaitu sekitar 7 – 12 cm per tahun selama 2-3 tahun. Setelah fase ini, kecepatan pertumbuhan akan melambat drastis.…
Oleh Husnul Khotimah Problem krusial pendidikan tidak selalu berkaitan dengan undang-undang yang kerap menuai kontroversi sejak tahap perancangan, pengesahan, hingga implementasinya, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional maupun kebijakan otonomi daerah. Anggaran pendidikan yang besar, nilai ujian yang tinggi, serta berbagai prestasi akademik memang layak diapresiasi. Namun, capaian tersebut pada dasarnya bersifat kuantitatif, yakni mudah diukur, dibandingkan, diperdebatkan, bahkan direkayasa dan disalahgunakan. Padahal, apabila merujuk pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara, tujuan pendidikan sesungguhnya bersifat kualitatif, yaitu menyempurnakan budi pekerti, pikiran, dan jasmani anak agar mampu hidup selaras dengan lingkungannya. Dalam perspektif ini, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi…
Oleh Basuki Ahmad Danuri Rasulullah SAW menganalogikan agama Islam dengan bangunan. Hal ini sangat masuk akal dan bangunan seperti rumah itu kebutuhan primer orang hidup, dan punya rumah bagus itu hayalan setiap orang. Jadi menganalogikan agama Islam dengan bangunan itu sangat tepat, agar semangat orang untuk membangun Islam seperti semangatnya membangun sebuah rumah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bin Khattab, Rasulullah bersabda: “Islam dibangun diatas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan menegakkan sholat, dan menunaikan zakat, dan berhaji ke rumah suci, dan puasa ramadlan.” (HR Bukhari Muslim) Pondasi…
Oleh Ayip Miftahuddin Menjadi guru seringkali dipahami sebagai pekerjaan mengajar di ruang kelas. Lebih dari itu, menjadi guru adalah perjalanan menanam mimpi, merawat harapan, dan berjalan bersama menuju sesuatu yang bernilai ujungnya. Pengalaman pertama ketika membimbing santri mengikuti lomba cerdas cermat. Saat itu kami datang dengan semangat yang besar dan harapan yang tinggi. Semua persiapan dilakukan sebaik mungkin. Ketika hasil babak penyisihan diumumkan, Tim MTs HK2 berhenti di babak penyisihan. Wajah para santri yang awalnya penuh harapan berubah menjadi murung. Saya tahu mereka kecewa, dan saya pun merasakan hal yang sama. Namun hari itu kami tidak langsung pulang. Saudara…
Oleh Fauzi Muhammad Ali Abnaa-ii yang ustadz cintai karena Allah. Dengar baik-baik, hidup di pondok pesantren ini bukan hanya menuntut kalian pintar baca kitab. Tapi yang paling utama: menjaga hati tetap baik, meski dunia di luar sana tidak selalu baik. Ustadz berpesan kepada kalian sebagai berikut. Pesan pertama, jangan tukar akhlakmu karena perlakuan orang. Kalian akan bertemu banyak manusia. Ada yang memuliakan, ada yang menyakiti. Wajar. Tapi ingat firman Allah SWT: “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fussilat:…
Oleh Imam Nur Suharno Mengajar dan mendidik merupakan seni dalam membentuk kepribadian siswa agar menjadi manusia yang cerdas. Cerdas dalam makna komprehensif, mencakup cerdas spiritual (olah hati), emosional dan sosial (olah rasa), intelektual (olah fikir), kinestetis (olah raga), serta akhlak (olah sikap). Hakikat hasil belajar adalah perubahan ke arah yang lebih baik, dari tidak tahu menjadi tahu, setelah mengetahui mengamalkan. Hal ini menunjukkan bahwa awal perubahan siswa ialah melalui proses belajar yang diselenggarakan oleh guru. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kecerdasan dalam mengelola kelas. Hal yang terpenting dalam mengelola kelas adalah manajemen kelas. Oleh karenanya, hal yang…
Oleh Badi’an Hasan Kadang manusia lupa bahwa dirinya hidup di antara lautan nikmat. Kita masih bisa membuka mata di pagi hari, masih bisa bernapas tanpa alat, masih bisa mendengar suara orang yang dicintai, masih diberi kesempatan hidup sampai hari ini. Namun terkadang hati tetap merasa kurang. Tetapi karena mata terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain. Ketika ditimpa kesulitan, manusia mudah mengeluh. Ketika diberi nikmat, manusia mudah lupa bersyukur. Begitulah lemahnya hati manusia jika terlalu dekat dengan dunia. Hari ini manusia hidup di zaman yang membuatnya mudah membandingkan diri. Tatkala membuka media sosial ia melihat orang lain sukses. Lalu hati…
Oleh Adi Bintoro Hari-hari itu, awal Umar bin Abdul Aziz menjabat menjadi Khalifah kaum mukminin. Kondisi kekhalifahan Umayyah sangat memprihatinkan akibat maraknya korupsi, ketimpangan sosial dan lainnya. Kas negara (Baitul Mal) disalahgunakan oleh pejabat dan keluarga istana, pajak-pajak memberatkan rakyat kecil. Rumit, remuk, redam keadaan saat itu. Amat sulit untuk memperbaikinya. Kesemua kondisi itu kita sebut sebagai Circle of concern. Lingkaran kepedulian, lingkaran perhatian, sesuatu yang kita peduli tentangnya, tapi kita tidak bisa mengendalikannya. Menyesakkan dada menyaksikannya, membuat pening kepala ketika memikirkan bagaimana cara memperbaikinya. Karena memang itu berada di luar kendali kita. Lantas apa yang dilakukan Khalifah Umar…
