Author: afm

“Mau muda, mau tua, harus punya Fighting Spirit yang tinggi dalam belajar” Alhamdulillah Majalah Husnul Khotimah berhasil mewawancarai secara daring salah seorang Profesor muda yang meraih penghargaan sebagai Dosen berprestasi (peringkat 1) tingkat nasional bidang sains dan teknologi tahun 2019, masuk dalam daftar 2 % ilmuwan paling berpengaruh di dunia peringkat ke-39 yang berasal dari Indonesia, Ia adalah Prof. Dr. sc. ETH. Anuraga Jayanegara, S.Pt., PgDip., M.Sc. Profesor Anurarga seperti tidak pernah letih atau lelah dalam belajar. Selesai meraih gelar profesor di usia 37 tahun, Ia mendalami ilmu agama dengan mengambil kuliah S2 dan S3 bidang pendidikan Agama Islam. Suami…

Read More

Foto : Unsplash Pada masa sebelum Islam ada tiga orang yang terjebak dalam goa. Mereka  tertutup dalam goa karena  ada batu besar yang jatuh menutupi goa tersebut sehingga mereka tidak bisa keluar dari goa sampai batu itu bergeser dan tidak menutupi goa lagi dengan izin Allah. Berikut kisahnya. Dari Abu ‘Abdir Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab ra, katanya: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian berangkat bepergian. Suatu saat mereka terpaksa harus bermalam di suatu goa kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu dan mereka di dalamnya.…

Read More

Program pesantren kilat adalah wadah pengenalan dakwah kepada masyarakat yang dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah kepada masyarakat terutama siswa yang berada di daerah asal masing-masing. Dakwah ini dilakukan dengan berbagai macam kegiatan, seperti mentoring, kepalestinaan, perlombaan, mabit, fun games, dan acara yang tidak kalah menarik dan tentunya yang mendidik para siswa. Dakwah secara lughowi berarti panggilan, ajakan, atau seruan. Namun, dalam mengajak dan memanggil orang untuk berada di jalan Allah tentunya tidak lepas dari yang namanya seni berkomunikasi loh! Lalu, apa itu seni berkomunikasi? Seni komunikasi adalah keterampilan untuk menyampaikan dan menerima pesan dengan baik dan efektif meliputi…

Read More

Dalam UU Guru dan Dosen No 14 Tahun 2005 dikatakan, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam proses pembelajaran, guru dituntut dapat membentuk kompetensi dan kualitas pribadi anak didik. Dalam UU Sisdiknas disebutkan, pendidikan nasional diarahkan untuk menjadikan anak didik menjadi manusia yang bertakwa, beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, dan bertanggung jawab. Untuk mencapai hal itu dibutuhkan berbagai peran yang harus diperankan oleh guru secara maksimal agar peserta didik dapat berkembang optimal. Sejumlah pengamat dan…

Read More

Jika dahulu para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, kini para guru berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika dulu para pahlawan berjuang dengan menggunakan bambu runcing, kini para guru berjuang menggunakan pulpen dan teknologi. Jika dulu para pahlawan sebagai garda terdepan melawan penjajah, kini para guru sebagai garda terdepan dalam melawan kebodohan. Semangat perjuangan pahlawan dalam kemerdekaan bangsa tidak bisa dipisahkan dengan semangat perjuangan para guru dalam kemerdekaan bangsa dari kebodohan. Guru sebagai ujung tombak dan pahlawan dalam pendidikan hendaknya mendapatkan perhatian yang proporsional. Sebab tanpanya, tidak akan ada artinya pendidikan. Hal ini menunjukkan pentingnya peran guru dalam pembangunan bangsa melalui…

Read More

Perkembangan zaman yang semakin maju, ternyata tidak serta merta menghasilkan individu-individu berkepribadian kokoh dengan integritas yang semakin baik, namun justru banyak menimbulkan kekosongan mentalitas dan dekadansi moral. Salah satunya adalah; hilangnya adab dan etika yang melekat pada akhlak seorang muslimah. Contoh yang paling mencolok adalah kurangnya adab dalam berbicara; tak lagi malu untuk berbicara terhadap lawan jenis, tak lagi menghormati orang yang lebih tua, sering meremehkan nasihat guru, berbicara dengan nada yang ketus kepada guru dan orang tua, berbicara dengan kata-kata yang menyakitkan, merasa bahwa anak muda zaman kini lebih pintar dari guru dan orang tua yang ketinggalan zaman. Fenomena…

Read More

“Dulu, kami hanyalah penggembala domba Lalu datang Al Qur’an, kemudian kami menjadi pemimpin bangsa-bangsa Lalu kami menjauh dari Al Qur’an Dan jadilah kami kaum yang digembala bangsa-bangsa” Syair itu pernah saya baca dalam sebuah thread yang disampaikan seorang pakar sejarah Dr Ali Muhammad Al Audah. Ia singkat, tapi merangkum kisah sebuah umat yang berumur 1400 tahun lamanya dengan ringkas. Ia sekaligus juga menjadi kaidah yang memberikan kita pelajaran, bahwa kita jadi hebat dengan Al Qur’an, kemudian lemah jika menjauh darinya. Saya jadi ingat apa yang disampaikan Khalifah Umar bin Khattab suatu hari kepada para panglimanya ketika membebaskan wilayah Syam yang…

Read More

Masa remaja memang masa yang menyenangkan untuk bercengkrama bersama teman-teman. Khususnya di bangku Tsanawiyah dan Aliyah yang dijalani di Pondok Pesantren. Mau tidak mau, suka tidak suka, teman adalah ruang lingkup pertama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tak ada lagi orang tua yang siap mendengarkan keluh kesah dan cerita setiap harinya. Bercengkrama dengan teman-teman dalam hitungan bulan dan tahun tentu akan melukiskan cerita sendiri yang tak terlupakan. Banyak memori yang akan terkenang saat remaja berlalu. Namun, masa remaja juga masa yang rentan konflik, di mana emosi dan perasaan seringkali mendominasi dibanding logika dan rasionalitas. Khususnya pada muslimah; (baca: santri putri). …

Read More

Oleh : Jajang Aisyul Muzakki Sahabat Jabir ra telah berkata: Pada suatu hari kami berada di sisi Rasulullah. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang tidak berpakaian layak dan kelihatan kotor, serta menenteng senjata. Kebanyakan mereka dari Bani Mudhar, bahkan boleh dikata seluruhnya dari Bani Mudhar. Wajah Rasulullah kelihatan sangat prihatin menyaksikan penderitaan dan kefakiran yang menimpa orang-orang tersebut. Lalu Rasulullah saw keluar, dan memerintahkan kepada Bilal untuk mengumandangkan azan. Sesaat kemudian shalat pun didirikan. Setelah selesai, lalu Rasulul­lah menyampaikan khutbah: “Wahai umat manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya. Dan dari…

Read More

Rekor baru ditorehkan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat. Sebanyak 308 santrinya dinyatakan lulus diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dari 308 santri tersebut masuk PTN melalui Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), PTLN, Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPANPTKIN), Seleksi Mandiri PTN, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). “Alhamdulillah tahun ini banyak santri yang diterima. Sebanyak 41 santri melalui SNMPTN tahun 2022, kemudian melalui jalur SBMPTN 2022 sebanyak 181 santri, seleksi mandiri PTN sebanyak 22 santri, SPANPTKIN sebanyak 15 santri, UMPTKIN sebanyak 35 santri, Politeknik Negeri…

Read More